Studi Geofisika Terhadap Bidang Gelincir pada Daerah Rawan Longsor Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Wenner – Schlumberger di Desa Lamboo Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan

Penulis

  • Syamsul Razak Haraty Jurusan Teknik Geofisika, Universitas Halu Oleo
  • Sadirga Karim Jurusan Teknik Geofisika, Universitas Halu Oleo
  • La Ode Andimbara Jurusan Teknik Geofisika, Universitas Halu Oleo

DOI:

https://doi.org/10.56099/jrgi.v8i01.195

Kata Kunci:

bidang gelincir, geolistrik, resistivity, wenner-schlumberger, konawe selatan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan dan kedalaman bidang gelincir pada daerah rawan longsor di Desa Lamboo, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan dengan menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi Wenner-Schlumberger. Metode ini bekerja dengan cara menginjeksikan arus listrik ke dalam tanah dan mengukur potensi lain untuk mengetahui variasi nilai resistivitas bawah permukaan. Pengukuran dilakukan pada lima lintasan untuk memperoleh informasi tentang struktur geologi bawah permukaan yang berpotensi menjadi zona longsoran. Hasil inversi data resistivitas menunjukkan keberadaan lapisan dengan nilai resistivitas rendah yang diinterpretasikan sebagai lapisan lempung jenuh udara yang bertindak sebagai bidang gelincir, dengan kedalaman bervariasi pada setiap lintasan. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam upaya mitigasi bencana longsor serta sebagai acuan perencanaan tata guna lahan yang lebih aman bagi masyarakat setempat.

Referensi

Bappeda Litbang Kabupaten Konawe Selatan. (2021). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Konawe Selatan 2021–2024.

Dona, I. R., & Sudiar, N. Y. (2015). Identifikasi bidang gelincir menggunakan metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi Schlumberger di Bukit Lantiak Kecamatan Padang Selatan. Pillar of Physics, 5, 01–08.

Faqih, M. (2009). Perancangan dan pembuatan alat ukur resistivitas tanah. Neutrino, 1(1).

Farhati, M., & Rosid, M. S. (2022). Identifikasi bidang gelincir dengan metode geolistrik tahanan jenis 2 dimensi di daerah Keranggan, Tangerang Selatan. Positron, 12(1), 2. https://doi.org/10.26418/positron.v12i1.53584

Haribulan, R., Gosal, P. H., & Karongkong, H. H. (2019). Kajian kerentanan fisika bencana longsor di Kecamatan Tomohon Utara. Jurnal Spasial, 6(3), 714–717.

Hendri, H., Faryuni, I. D., & Zulfian, Z. (2020). Identifikasi bidang gelincir dan tipe tanah longsor di daerah rawan longsor Desa Bantai menggunakan metode geolistrik. Prisma Fisika, 7(3), 167.

Hikmah, D. S., Dewi, I. K., & Yatini. (2021). Identifikasi keberadaan rongga bawah permukaan dengan menggunakan metode geolistrik konfigurasi dipole-dipole daerah karst Desa Monggol Kabupaten Gunungkidul. Prosiding Seminar Nasional.

Irfan, M. (2023). Analisis bidang gelincir zona longsoran menggunakan metode geolistrik konfigurasi Wenner-Schlumberger di Desa Pudaria Jaya Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan.

Loke, M. H. (2004). Tutorial 2D and 3D electrical imaging surveys. Birmingham University, England.

Pryambodo. (2017). Pendugaan air payau dengan tomografi geolistrik di Pulau Karimunjawa, Jawa Tengah. Vol. 12, 1.

Santoso, B., Wijatmoko, B., Supriyana, E., & Harja, A. (2016). Penentuan resistivitas batubara menggunakan metode Electrical Resistivity Tomography dan Vertical Electrical Sounding. Jurnal Material dan Energi Indonesia, 6(1), 8–14.

Simandjuntak. (1993). Peta geologi lembar Kolaka skala 1:250.000. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung.

Sucipto, B., & Mulyati, Y. (2020). Manajemen risiko bencana geologi. Jurnal Kajian & Riset Manajemen Profesional, 11(2), 14–15.

Sumarli, & Hau, R. R. H. (2021). Identifikasi bidang gelincir tanah longsor menggunakan metode geolistrik konfigurasi Schlumberger di Perumahan Ayudia Semarang. Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi (JPFT), 7(2), 177.

Surono. (2013). Geologi lengan tenggara Sulawesi. Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Bandung. ISBN 978-979-18509-9-5.

Telford, W. M., Geldart, L. P., & Sheriff, R. E. (1990). Applied geophysics (2nd ed.). Cambridge University Press, New York.

Utiya, J., As’ari, A., & Tongkukut, S. H. (2015). Metode geolistrik resistivitas konfigurasi Wenner-Schlumberger dan konfigurasi dipole-dipole untuk identifikasi patahan Manado di Kecamatan Paaldua Kota Manado. Jurnal Ilmiah Sains, 17(1), 135.

Wahyuni, A., Saka, B. G. M., & Rahmaniah. (2018). Mitigasi bencana geologi (gempabumi dan tanah longsor di Kabupaten Toraja Utara dan Tana Toraja dalam mengurangi risiko bencana). Jurnal Pendidikan Fisika, 1(2), 33–34.

Diterbitkan

2026-04-04

Cara Mengutip

Haraty, S. R., Karim, S., & La Ode Andimbara. (2026). Studi Geofisika Terhadap Bidang Gelincir pada Daerah Rawan Longsor Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Wenner – Schlumberger di Desa Lamboo Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan. Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia, 8(01), 035–047. https://doi.org/10.56099/jrgi.v8i01.195