Analisis Logam Berat pada Sedimen Menggunakan Metode Suseptibilitas Magnetik di Perairan Pantai Batu Gong Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara
DOI:
https://doi.org/10.56099/jrgi.v7i01.111Kata Kunci:
Suseptibilitas Magnetik, X-Ray Fluorescence, Logam Berat, Indeks GeoakumulasiAbstrak
Penelitian telah dilakukan di Pantai Batu Gong, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara dengan tujuan untuk: (1) menentukan kandungan logam berat melalui metode suseptibilitas magnetik, (2) mengukur konsentrasi logam berat menggunakan X-ray Fluorescence (XRF), dan (3) menilai kualitas sedimen berdasarkan indeks pencemaran. Hasil pengukuran suseptibilitas magnetik menunjukkan bahwa nilai di kawasan pesisir berkisar antara 4,5 × 10⁻⁸ m³/kg hingga 15,1 × 10⁻⁸ m³/kg, sedangkan di kawasan perairan berkisar antara 3 × 10⁻⁸ m³/kg hingga 11,8 × 10⁻⁸ m³/kg. Konsentrasi logam berat yang terdeteksi meliputi nikel (Ni) < 100 ppm, besi (Fe) 43.475 ppm, kobalt (Co) 200 ppm, dan seng (Zn) < 100 ppm. Berdasarkan analisis Indeks Beban Pencemaran (PLI), sedimen tergolong tercemar. Indeks Geoakumulasi menunjukkan bahwa Ni dan Fe berada dalam kategori tidak tercemar, sedangkan Co tergolong tercemar sedang.
Referensi
ANZECC. (2000). Interim Sediment Quality Guidelines. Australian and New Zealand Environment and Conservation Council.
Asmita, A., Assiddieq, M., & Ndibale, W. (2022). Analisis Kandungan Kualitas Air Laut Pantai Wisata Batu Gong Untuk Wisata Bahari Kecamataan Lalonggasumeeto Kabupaten Konawe. Jurnal Teluk, 2(2), 19–22.
Aziza, N., Irawati., & Erzam, S, h. (2023). Analisis konsentrasi logam berat pada sedimen berdasarkan nilai suseptibilitas magnetik di pesisir teluk lasolo dan sekitarnya. Jurnal rekayasa geofisika indonesia, 05(03), 156-168.
Daryai, A., Ranjbar, M., & Mohammadi, M. (2018). Magnetic characterization of heavy metal pollution in urban street dust using magnetic susceptibility and SEM/EDS techniques. Environmental Monitoring and Assessment, 190(9), 545.
Dearing, J.A. (1999). Environmental Magnetic Susceptibility: Using the Bartington MS2 System. Chi Publishing
Evan, M.E., & Heller, F. (2003). Environment Magnetism Priciple And Aplication Of Environmagnetics. Academic Press: California
Hananingtyas, I. (2017). Studi Pencemaran Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) Dan Kadmium (Cd) Pada Ikan Tongkol (Euthynnus Sp.) Di Pantai Utara Jawa. Biotropic The Journal of Tropical Biology. 1(2), 41-50.
Hu, S., Xie, Q., Jiang, Z., & Shin, Z. (2016). Magnetic Susceptibility Of Surface Sediments In The Urban Lakes And Its Environmental Implications. Journal Of Environmental Sciences. 47, 139-148.
Kementerian Kelautan dan Perikanan. (2020). Rencana Strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan 2020-2024. Jakarta: KKP RI.
KMNLH. (2010). Baku Mutu Logam Berat dalam Sedimen. Kementerian Negara Lingkungan Hidup.
Kusmiana, I., Irawati., & Hasria. (2020). Analisis Kualitas Air Laut di Perairan Teluk Lasolo Kecamatan Molawe Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi tenggara. Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia. 7(3), 25-30.
Oldfield, F., & Crowther, J. (2007). Establishing fire incidence in temperate soils using magnetic measurements. Palaeogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology, 249(3), 362–369.
Surono. (2013). Geologi Lengan Tenggara Sulawesi,Edisi II. Bandung: Publikasi Badan Geologi Kementrian ESDM.
US EPA. (2004). National Sediment Quality Survey. United States Environmental Protection Agency.
Yuliana., Irawati., & Jahidin. (2021). Analisis Konsentrasi Logam Berat pada Sedimen Menggunakan Metode Suseptibilitas Magnetik di Sekitar Pesisir Teluk Lasolo Kabupaten Konawe Utara. Jurnal Rekayasa Geofisika. 2(1), 38-44.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.









