Struktur Kerak Dalam Pulau Sumatera Bagian Tengah Berdasarkan Ambient Noise Tomography

Penulis

  • Ridho Destawan Teknik Geofisika, Universitas Lampung
  • Tedi Yudistira Kelompok Keahlian Geofisika Global, Institut Teknologi Bandung
  • Karyanto Teknik Geofisika, Universitas Lampung

DOI:

https://doi.org/10.56099/jrgi.v6i03.140

Kata Kunci:

Ambient Noise Tomography (ANT), magmatisme, diapir mantel

Abstrak

Distribusi lokasi pusat gempa bumi di sepanjang pulau Sumatera lebih terkonsentrasi pada zona fore-arc, hal ini menyebabkan resolusi model yang dihasilkan kurang baik untuk zona back-arc. Metode Ambient Seismic Noise Tomography (ANT) memberikan alternatif untuk meningkatkan resolusi citra tomografi yang diperoleh karena tidak lagi tergantung pada distribusi lokasi gempabumi, melainkan hanya tergantung pada distribusi stasiun pengamatan seismik di permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan struktur kerak dalam berdasarkan distribusi kecepatan geser (Vs) mulai dari zona fore arc hingga back arc di wilayah Pulau Sumatera bagian tengah. Data yang digunakan berupa rekaman waveform selama April - Desember 2015. Sinyal dispersif jelas terlihat pada data gather untuk rentang periode 5 - 40 s, dengan rata-rata kecepatan grup antara 2,77 – 2,92 km/s dan rata-rata kecepatan fasa antara 3,18 – 4,50 km/s. Hasil ANT pada kedalaman kurang dari 30 km tercitrakan pola anomali kecepatan tinggi disepanjang zona Sesar Sumatera dan jajaran Gunungapi Bukit Barisan yang diinterpretasikan sebagai material sisa proses magmatisme. Sedangkan wilayah back-arc basin didominasi oleh kecepatan dengan rentang nilai sedang hingga rendah yang diinterpretasikan sebagai unit sedimen. Pada kedalaman lebih dari 30 km terdapat kontras anomali rendah di sepanjang zona Sesar Sumatera yang diindikasikan sebagai diapir mantel yang berkembang pada daerah penelitian.

Referensi

Fang, H., Yao, H., Zhang, H., Huang, Y. C., & van der Hilst, R. D. (2015). Direct inversion of surface wave dispersion for three-dimensional shallow crustal structure based on ray tracing: methodology and application. Geophysical Journal International, 201(3), 1251-1263

Fitch, T. J., Plate convergence, transcurrent faults, and internal deformation adjacent to southeast Asia and the western Pacific, J. Geophys, Res., 77, 4432-4462, 1972.

Harmon, N., Henstock, T., Tilmann, F., Rietbrock, A., Barton, P. (2012): Shear velocity structure across the Sumatran Forearc-Arc. - Geophysical Journal International, 189, 3, pp. 1306—1314.

Lin, F., M.P. Moschetti, and M.H. Ritzwoller, (2008): Surface wave tomography of the western United States from ambient seismic noise: Rayleigh and Love wave phase velocity maps, Geophys. J. Int.,doi:10.1111/j1365-246X.2008.03720.x

Muraoka, H., Takahashi, M., Sundhoro, H., Dwipa, S., Soeda, Y., Momita, M., and Shimada, K., 2010, Geothermal Systems Constrained by the Sumatran Fault and Its Pull-Apart Basins in Sumatra, Western Indonesia, Proceedings World GeothermalCongress2010 Bali, Indonesia, 25-29 April 2010

Sieh, K., and Natawidjaja, D.H., (2000): Neotectonics of the Sumatran fault, Indonesia, J. geophys. Res.,105,28 295–228 326

Wang, Y., Fan-Chi Lin, Schmandt, B., and Farrell, J., (2017): Ambient noise Tomography across Mount St. Helens using a dense seismic array, AGU, doi: 10.1002/2016JB013769

Yao, H., van der Hilst R.D., and de Hoop, M.V., 2006. Surface-wave array tomography in SE

Tibet from ambient seismic noise and two-station analysis : I - Phase velocity maps. Geophys.J. Int., Vol. 166(2), 732-744, doi: 10.1111/j.1365-246X.2006.03028.x.

Diterbitkan

2024-12-27

Cara Mengutip

Ridho Destawan, Yudistira, T., & Karyanto. (2024). Struktur Kerak Dalam Pulau Sumatera Bagian Tengah Berdasarkan Ambient Noise Tomography. Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia, 6(03), 162–172. https://doi.org/10.56099/jrgi.v6i03.140