Studi Geologi Teknik dan Kestabilan Lereng di Ruas Jalan Kendari-Andoolo, Kecamatan Wolasi, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.56099/jrgi.v5i01.15

Kata Kunci:

Faktor keamanan, gerakan tanah, lempung berfragmen, filit, Wolasi

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan kondisi geologi teknik pada ruas jalan Kendari-Andoolo, Kecamatan Wolasi, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara yang merupakan kawasan rentan gerakan tanah. Penentuan faktor keamanan (FK) lereng juga dilakukan dengan menggunakan metode ksetimbangan batas pada lereng tunggal maupun lereng keseluruhan. Pengeboran dengan hand auger dan survey geolistrik konfigurasi Wenner-Schlumberger dilakukan untuk memperkirakan bidang gelincir lereng. Daerah penelitian tersusun atas filit, batulempung, dan batupasir. Diskontinuitas pada muka lereng berupa rekahan gerus berarah N45ºE dan N105ºE, foliasi berarah N280ºE, dan breksiasi yang berarah N310ºE. Tanah penutup berupa lanau organik plastisitas rendah (OL) dengan kisaran berat isi 16.92 kN/m3-18.01kN/m3 dan indeks plastisitas bernilai 8.64-10.57 (sedang). Nilai FK lereng menggunakan asumsi bidang gelincir rotasional dan nonrotasional. Pada lereng tunggal dengan asumsi bidang gelincir rotasional, menghasilkan nilai FK lebih rendah dibandingkan bidang gelincir nonrotasional, namun masih bernilai di atas nilai ambang. Pada model lereng keseluruhan, nilai FK kritis pada bidang gelincir rotasional. Bidang gelincir longsoran pada lereng adalah batas lapisan lempung dan filit terlapukkan.

Referensi

Akbar, L. O. J., Lihawa, F., & Mahmud, M. (2021). Analisis Tipe Dan Bidang Gelincir Longsor Di Kabupaten Gorontalo Utara. Jambura Geoscience Review, 3(2), hal. 73-83. https://doi.org/10.34312/jgeosrev.v3i2.10623

Arif, I. (2016). Geoteknik Tambang (1 ed.). Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. 397 hal.

Azizi, M. A. (2014). Pengembangan Metode Penentuan Reliabilitas Kestabilan Lereng Tambang Terbuka Batubara di Indonesia. Disertasi, Institut Teknologi Bandung. 240 hal.

Bishop, A. W. (1955). The use of the Slip Circle in the Stability Analysis of Slopes. Géotechnique, 5(1), hal. 7-17. https://doi.org/10.1680/geot.1955.5.1.7

Brahmantyo, B., & Bandono, S. (2006). Klasifikasi Bentuk Muka Bumi (Landform) untuk pemetaan geomorfologi pada skala 1:25.000 dan aplikasinya untuk penataan ruang. Jurnal Geoaplika, 1(2), hal. 71-78. https://doi.org/10.31227/osf.io/8ah6v

Hasria, Anshari, E., Muliddin, Restele, L. O., & Ningrat, H. (2019). Analisis kestabilan lereng dengan Metode Slope Mass Rating (SMR) di Kecamatan Wolasi Kabupaten Konawe Selatan. Physical and Social Geography Research Journal (PSGRJ), 1(2), hal. 9-18.

Hendri, H., Faryuni, I. D., & Zulfian, Z. (2020). Identifikasi Bidang Gelincir dan Tipe Tanah Longsor di Daerah Rawan Longsor Desa Bantai Menggunakan Metode Geolistrik. Prisma Fisika, 7(3), hal. 167-178. https://doi.org/10.26418/pf.v7i3.36329

Huang, Y. H. (2014). Slope Stability Analysis by the Limit Equilibrium Method: Fundamentals and Methods. ASCE Press. Virginia. 378 hal.

Lisle, R. J., & Leyshon, P. R. (2004). Stereographic Projection Techniques for Geologists and Civil Engineers. Cambridge University Press. London. 121-121 hal. https://doi.org/10.1017/CBO9781139171366

Martin, D., & Stacey, P. (2018). Guideliness for Open Pit Slope Design in Weak Rocks. CRC Press. New York. 415 hal.

Price, D. G. (2009). Engineering Geology (M. H. de Freitas, Ed.). Springer. Berlin, Heidelberg. 450 hal. https://doi.org/10.1007/978-3-540-68626-2

Priyantari, N., Supriyadi, S., Baskoro, S. A., & Saputra, F. (2020). Aplikasi Metode Geolistrik Resistivitas Konfigurasi Wenner dan Wenner-Schlumberger pada Daerah Mata Air Panas Kali Sengon di Desa Blawan-Ijen. Berkala Sainstek, 8(1), hal. 20-24. https://doi.org/10.19184/bst.v8i1.11991

Putra, M. H. Z., Kartiko, R. D., Soemantidiredja, P., Sadisun, I. A., & Tohari, A. (2020). Pengaruh zona jenuh air terhadap kestabilan lereng di Weninggalih, Kabupaten Bandung Barat. RISET Geologi dan Pertambangan, 30(1), hal. 119 - 130. https://doi.org/10.14203/risetgeotam2020.v30.1086

Raharjo, P., & Sarmili, L. (2017). Keterdapatan Mineral Lempung Smektit Yang Mempunyai Sifat Plastisitas Tinggi Di Perairan Cirebon, Jawa Barat. Jurnal Geologi Kelautan, 14(1), hal. https://doi.org/10.32693/jgk.14.1.2016.339

Rikayanti. (2018). Analisis pengontrol longsor Jalan Poros Kendari-Desa Tanea KM. 16-20 Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Skripsi, Universitas Halu Oleo. 114 hal.

Simandjuntak, T. O., Surono, & Sukido. (1993). Peta Geologi Lembar Kolaka, Sulawesi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung.

Spencer, E. (1973). Thrust line criterion in embankment stability analysis. Géotechnique, 23(1), hal. 85-100. https://doi.org/10.1680/geot.1973.23.1.85

Diterbitkan

2023-09-24

Cara Mengutip

Masri, Fauziah, N., Haraty, S. R., Ngkoimani, L., & Harisma. (2023). Studi Geologi Teknik dan Kestabilan Lereng di Ruas Jalan Kendari-Andoolo, Kecamatan Wolasi, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia, 5(01), 47–57. https://doi.org/10.56099/jrgi.v5i01.15