Analisis Tingkat Seismisitas dan Percepatan Tanah Maksimum (PGA) Wilayah Sulawesi Tenggara Berdasarkan Data Gempabumi Periode 1973-2022

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.56099/jrgi.v5i02.17

Kata Kunci:

Kerapuhan batuan, Seismisitas, PGA, Sulawesi Tenggara

Abstrak

Telah diakukan peneltiain analisis tingkat seismisitas dan percepatan tanah maksimum wilayah Sulawesi Tenggara. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan tingkat kerapuhan batuan (b value), tingkat seismisitas (a value), dan percepatan tanah maksimum (PGA) wilayah Sulawesi Tenggara. Data gempabumi yang digunakan  bersumber dari USGS dan BMKG untuk periode 1973-2022. Software Zmap digunakan untuk  menghitung a value dan b value. PGA dari data akselerograf digunakan untuk memeproleh metode empiris yang cocok untuk menghitung PGA Sulawesi Tenggara. Pemilihan metode yang sesuai berdasarkan nilai kesalhan rata-rata terkecil. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh, nilai tingkat kerapuhan batuan berkisar antara 0,355-1,337 sedangkan tingkat seismisitas berkisar antara 2,773-7,879 dengan nilai tertinggi berada di daerah tenggara Sulawesi Tenggara. Hasil perbandingan nilai PGA dari data akselerograf dan metode empiris menunjukkan bahwa metode Liu & Tsai memiliki RMSE terendah yaitu 5,27 gal. Nilai PGA Liu & Tsai untuk wilayah Sulawesi Tenggara berkisar antara 18,6-155,7 gal.

Referensi

Abdelfattah, A. K., Al-amri, A., Abdelrahman, K., Fnais, M., & Qaysi, S. (2021). Attenuation Relationships of Peak Ground Motions in the

Jazan Region. Arabian Journal of Geoshiences, 14(139).

Asna. (2018). Pemetaan Daerah Rawan Bencana Gempabumi di Wilayah Sulawesi Tenggara Berdasarkan Nilai Percepatan Tanah Maksimum Dengan Menggunkan Metode MC. Guirre R.K. Skripsi, Universitas Islam Negeri Alaudin, Makassar.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. (2019). Katalog Gempabumi Signifikan dan Merusak.

Bakar, A. A., & Mudhalifana, W.S. (2012). Analisis Percepatan Tanah Maksimum Wilayah Sulawesi Tenggara Menggunakan Metode MC. Guirre R.K. BMKG Stasiun Geofisika Kendari.

Bustari, A. A., & Wibowo, N. B. (2023). Pemetaan sebaran nilai Vs30, faktor amplifikasi tanah, dan peak ground acceleration wilayah Bantul Timur. Cakrawala Jurnal Ilmiah Bidang Sains, 1(2), 73–80. https://doi.org/10.28989/cakrawala.v1i2.1436

Chasanah, U., & Handoyo, E. (2021). Analisis Tingkat Kegempaan Wilayah Jawa Timur Berbasis Distribusi Spasial dan Temporal Magnitude of Completeness (Mc), a-value dan b-value. 11(2), 210–222.

Campbell, K. W., (1981). Near-Source Attenuation of Peak Horizontal Acceleration. Bulletin of Seismological Society of America, 71, 2039-2070.

Chang, T., Cotton, F., & Angelier, J. (2001). Seismic Attenuation and Peak Ground Acceleration in Taiwan. Bulletin of Seismological Society if America, 91, 1229-1246.

Chasanah, U., Madlazim, & Tjipto, P. (2013). Analisis Tingkat Seismisitas dan Periode Ulang Gempa Bumi di Wilayah Sumatera Barat Pada Periode 1961-2010. Jurnal Fisika, 2, 1–6. http://www.iris.edu/SeismiQuery/sq-events.htm

Donovan, N. C., (1973). A Statistical Evaluation of Strong Motion Data Including The February 9, 1971 San Fernando Earthquake. Proceedings of Fifth World Conference on Earthquake Engineering, 1(1), 125.

Edwiza, D., & Novita, S. (2008). Pemetaan Percepatan Tanah Maksimum dan Intensitas Seismik Kota Padang Panjang Menggunakan Metode Kanai. Jurnal Teknika Unand, 2(29), 111–118.

Gutenberg, B., & Richter, C. (1942). Earthquake Magnitude, Intensity, Energy, and Acceleration. Bulletin of the Seismological Society of America, 32, 163-191.

Gutenberg, B., & Richter, C. (1944). Frequency of earthquakes in California. BULLETIN OF THE SEISMOLOGICAL SOCIETY OF AMERICA, 34, 185–188. https://doi.org/10.1038/156371a0

Ilham, Safani, J., & Irawati. (2019). Analisis Periode Ulang Gempabumi Dan Parameter Fraktal Dari Data Gempabumi Kurun Waktu 1960 – 2014 Di Provinsi Sulawesi Tenggara 1. 8–15.

Liu, K., & Tsai, Y. (2005). Attenuation Relationship of Peak Ground Acceleration and Velocity for Crustal Earthquakes in Taiwan. Bulletin of the Seismological Society of America, 95, 1045-1058.

McGuire. R. K., (1977). Seismic Design Spectra and Mapping Procedures Using Hazard Analysis Based Directly on Oscillator Response. Earthquake Engineering and Struktural Dynamics, 5, 211-234.

Nava, F. A., Márquez-Ramírez, V. H., Zúñiga, F. R., Ávila-Barrientos, L., & Quinteros, C. B. (2016). Gutenberg-Richter b-value maximum likelihood estimation and sample size. Journal of Seismology, 21(1), 127–135. https://doi.org/10.1007/s10950-016-9589-1

Pawirodikromo, W. (2012). SEISMOLOGI TEKNIK & REKAYA LINGKUNGAN. Pustaka Pelajar.

Ratih, A. D., Harimei, B., & Syamsuddin. (2015). Analisis Seismisitas Dan Periode Ulang Gempa Bumi Wilayah Sulawesi Tenggara Berdasarkan B-Value Metode Least Square.

Pusat Vulkanoloi dan Mitigasi Bencana Geologi. (2014). Katalog Gempabumi Merusak Di Indonesia Tahun 1612 - 2014.

Surono. (2013). GEOLOGI LENGAN TENGGARA SULAWESI (Vol. 21, Issue 1). http://journal.um-surabaya.ac.id/index.php/JKM/article/view/2203

Wibowo, N. B., & Sembari, J. N. (2017). Analisis Seismisitas dan Energi Gempabumi di Kawasan Jalur Sesar Opak-Oyo Yogyakarta. Indonesin Journal of Applied Physics, 6(2), 82–90.

Diterbitkan

2023-10-24

Cara Mengutip

Rubaiyn, A., Safani, J., & Anwar, K. (2023). Analisis Tingkat Seismisitas dan Percepatan Tanah Maksimum (PGA) Wilayah Sulawesi Tenggara Berdasarkan Data Gempabumi Periode 1973-2022. Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia, 5(02), 70–81. https://doi.org/10.56099/jrgi.v5i02.17