Identifikasi Identifikasi Pipa Bawah laut dengan menggunakan data geomagnetik
DOI:
https://doi.org/10.56099/jrgi.v6i03.87Kata Kunci:
metode magnetik, Tie Line Leveling, Analisis SinyalAbstrak
Jaringan pipa laut memiliki beberapa resiko kerusakan yang disebabkan oleh beberapa penyebab, diantaranya penurunan jangkar kapal, kapal kandas, kapal tenggelam, pukat, dan lain sebagainya. Beberapa faktor kerusakan tersebut menyebabkan pergeseran pipa bawah laut secara vertikal dan lateral yang dapat menyebabkan perubahan peta bentangan pipa bawah laut yang sudah dibuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan pipa bawah laut dan mengetahui pola persebaran lokasi pipa bawah laut dengan menggunakan metode magnetik. Data magnetik kemudian dilakukan pengolahan hingga mendapatkan anomali magnetik total, kemudian dilakukan koreksi dengan menggunakan metode tie line levelling. Pengolahan lanjut dilakukan dengan menerapkan proses reduksi ke ekuator, kemudian menerapkan proses analytical signal sebagai penguatan sumber anomali. Proses interpretasi data menghasilkan peta identifikasi jalur pipa bawah laut. Hasil pengolahan didapatkan bahwa jalur pipa terletak pada kedalaman 2 meter hingga 18 meter dibawah permukaan laut dengan rentang anomali magnet sebesar 85, 16 nT hingga 128,11 nT.
Referensi
Cassidy, J., & Locke, C. A. (2010). The Auckland volcanic field, New Zealand: Geophysical evidence for structural and spatio-temporal relationships. Journal of Volcanology and Geothermal Research, 195(2–4), 127–137. https://doi.org/10.1016/j.jvolgeores.2010.06.016
Cooper, G. R. J., & Cowan, D. R. (2006). Enhancing potential field data using filters based on the local phase. Computers and Geosciences, 32(10), 1585–1591. https://doi.org/10.1016/j.cageo.2006.02.016
Eldosouky, A. M., Pham, L. T., Mohmed, H., & Pradhan, B. (2020). A comparative study of THG, AS, TA, Theta, TDX and LTHG techniques for improving source boundaries detection of magnetic data using synthetic models: A case study from G. Um Monqul, North Eastern Desert, Egypt. Journal of African Earth Sciences, 170, 103940. https://doi.org/10.1016/j.jafrearsci.2020.103940
Hinze, W. J., von Frese, R. R. B., & Saad, A. H. (2013). Gravity and Magnetic Exploration: Principles, Practices and Exploration.
Lghoul, M., Abd-Elhamid, H. F., Zeleňáková, M., Abdelrahman, K., Fnais, M. S., & Sbihi, K. (2023). Application of enhanced methods of gravity data analysis for mapping the subsurface structure of the bahira basin in Morocco. Frontiers in Earth Science, 11(July), 1–15. https://doi.org/10.3389/feart.2023.1225714
Mohammadzadeh, M. (2015). Interpretation of Aeromagnetic Data to Locate Buried Faults in North of Zanjan Province, Iran. Journal of Geophysics & Remote Sensing, 04(02). https://doi.org/10.4172/2169-0049.1000143
Rachmat, B., Purwanto, C., & Raharjo, P. (2016). Kajian Identifikasi Infrastruktur Jaringan Pipa Migas Bawah Laut Di Perairan Sebelah Utara Provinsi Banten. Jurnal Geologi Kelautan, 9(2), 79. https://doi.org/10.32693/jgk.9.2.2011.202
Reeh, G., & Aïfa, T. (2008). Age of the source of the Jarrafa gravity and magnetic anomalies offshore Libya and its geodynamic implications. Journal of Geodynamics, 45(4–5), 217–233. https://doi.org/10.1016/j.jog.2008.01.001
Stewart, I. C. F., & Miller, D. T. (2018). Directional tilt derivatives to enhance structural trends in aeromagnetic grids. Journal of Applied Geophysics, 159, 553–563. https://doi.org/10.1016/j.jappgeo.2018.10.004
Subarsyah, ⠀, & Albab, A. (2022). Identifikasi Pipa Bawah Laut Menggunakan Data Geomagnet, Perairan Balikpapan, Kalimantan Timur. Jurnal Geologi Kelautan, 20(2), 81–86. https://doi.org/10.32693/jgk.20.2.2022.768
Ting‐Jie, Y., Yan‐Gang, W., Yuan, Y., & Ling‐Na, C. (2016). Edge Detection of Potential Field Data Using an Enhanced Analytic Signal Tilt Angle. Chinese Journal of Geophysics, 59(4), 341–349. https://doi.org/10.1002/cjg2.20239
Wago, O. (2021). Perencanaan Jaringan Pipa Distribusi Air Bersih Di Desa Lekogoko-Ngada. Jurnal Teknik Sipil, 10(2), 163–172.
Wang, W., Pan, Y., & Qiu, Z. (2009). A new edge recognition technology based on the normalized vertical derivative of the total horizontal derivative for potential field data. Applied Geophysics, 6(3), 226–233. https://doi.org/10.1007/s11770-009-0026-x
Wibowo, I. L., & Mukhlash, I. (2017). 280121-Penilaian-Risiko-Pipa-Bawah-Laut-Oleh-Fa-Fe92Ce40. 61–71.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.









